Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini

Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini

“Modal itu penting untuk membangun usaha saya. Saya pergunakan modal itu untuk berbagai keperluan, seperti membeli peralatan, sewa tempat, operasional dan biaya promosi,” ujar Somantri. Berbekal pertimbangan tersebut, Somantri memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas kredit perbankan guna memadatkan foundation modal usahanya. Dari sekian banyak produk pinjaman perbankan yang ada, Somantri memilih menggunakan fasilitas Kredit Usaha Mikro yang dikeluarkan bank bjb saat itu. Jika adna menginginkan usaha di bidang kuliner dan tidak tahu bagaimana cara memasak, bahan baku ,perlengkapan hingga kemasanya maka mulailah untuk membeli paket usaha. Seperti di Boothusaha.com yang mempunyai tujuan untuk memajukan para UMKM mempunyai usaha sampingan tersendiri. Dan tentunya masih banyak hal baik yang di ajarkan pada anak agar menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain.

Memulai usaha atau bisnis demi mendapatkan uang bisa diajarkan kepada anak-anak sedari dini. Misalnya jika seorang anak hobi menggambar atau melukis, mereka bisa menjual kepada orang yang senang dengan lukisannya. Sekarang ini sudah banyak sekali mereka yang berusia muda yang terjun menjadi pengusaha dengan spesialisasi bisnis dan produknya masing- masing.

Namun perlu di kaji lagi dan dianalisa kebutuhan modal untuk operasionalnya dan tenaga kerja nya, karena tidak mungkin kita mengerjakan sendiri dengan usia yang sudah senja. Bahkan Anda bisa mengontrol jalannya bisnis ini dari rumah tanpa harus datang langsung ke lokasi. Ini adalah hal yang paling sering dilakukan, khususnya mereka yang ‘latah’ melihat suksesnya orang lain. Apabila tren saat ini sedang masuk bisnis style, maka dia ikut-ikutan membuka itu.

Selain itu, ketika masih muda mungkin ilmu kita masih belum matang. Tetapi itu sebenarnya juga adalah kelebihan dengan terbukanya jalan untuk terus belajar hal-hal yang baru. Banyak teman, banyak kenalan , serta gaya komunikasi yang cenderung pleasant tidak terlalu formal, juga menjadi kelebihan tersendiri bagi mereka pengusaha muda. Berkat resep keripik singkong pedas buatannya, Maicih menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan tenar di kalangan anak muda Bandung.

Oleh Abdalah Gifar Peluang bisnis properti di Bandung ini masih sangat terbuka, tetapi sayang pelakunya masih terbatas. Padahal bisnis ini bisa dilakukan oleh siapapun, bahkan tanpa modal sekalipun. Ketidaktahuan akan ilmu bisnis yang terkait dengan tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya ini, membuat masyarakat buta akan bisnis properti. Termasuk buta akan harga suatu properti atau biasa disebut volatilitas harga properti. Seminar atau workshop mengenai bisnis ini selalu dibanderol dengan harga atau uang investasi yang tinggi. “Saya belum pernah ikut workshop atau pelatihan bisnis properti karena harganya mahal juga,” ungkap Demi Yogaswara , seorang yang sedang mengelola usaha kos-kosan di daerah Cibiru.

Pada usia 14 tahun, Asya memulai bisnis baju dan aksesori yang bernuansa ’40-an. Tiga tahun berselang, ia mulai mengembangkan bisnisnya dengan pakaian olahraga yang dikhususkan untuk musim dingin. Kepada CNBC, Asya yang kini berusia 18 tahun mengatakan perusahaannya menghasilkan Rp 96 juta hingga Rp 136 juta dalam sebulan. Meski demikian, ia tidak melupakan niat mulianya untuk membuat penggalangan dana yang ditujukan untuk memerangi perdagangan anak di bawah umur.

Merintis usaha sedari dini

Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia, Tbk yang dimiiki oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Tunaiku terdaftar di OJK sejak 2014, Tunaiku ini berada di bawah naungan bank resmi dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia sejak tahun 1991. Belum lama ini Amar Bank berhasil meraih dua penghargaan dari Majalah Infobank sebagai “TOP SME LENDER dan “THE BEST BANK IN MORTGAGE 2020”.

Comments are closed.