Kapolres Sragen Cek Pelaksanaan Vaksin Untuk 230 Warga Lansia Dan Pra Lansia Di Masaran

Kapolres Sragen Cek Pelaksanaan Vaksin Untuk 230 Warga Lansia Dan Pra Lansia Di Masaran

Orang lanjut usia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi Covid-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia 18—59 tahun yang perlu jarak 14 hari. Biasanya, reaksi akan terjadi karena penerima vaksin tidak mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuhnya rentan terhadap komponen vaksin. Sebelum lansia menjalani vaksin, mereka wajib melakukan konsultasi pada dokter lebih dahulu. Peraturan Presiden Nomor 99 Situs Bola Online Tahun 2020 ini mengatur pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Kerentaan demikian bukan satu-satunya faktor utama karena efek samping vaksin tetap harus diperhatikan.

Lansia yang berumur 60 tahun dan diatas 60 tahun dapat mendaftarkan diri untuk vaksinasi. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, salah satunya terhindar dari lima tanda kerapuhan. Sama seperti tahap sebelumnya, sistem vaksinasi untuk lansia dilakukan dengan sistem bottom up. “Sekalipun pendataan bisa dilakukan selama tahap kedua vaksinasi berlangsung, namun pendataan lebih cepat akan lebih baik. Sehingga bisa menghitungalokasi vaksin yang dibagikan disesuaikan dengan jumlah vaksin ke fasilitas kesehatan”, ungkapnya. Tidak hanya untuk aktor dan aktris lansia, Muhadjir mengatakan, setelah ini pemerintah akan mengupayakan seluruh insan perfilman untuk mendapatkan prioritas vaksin.

“Lansia sebenarnya tidak takut vaksinasi karena pemikiran orang tua, khususnya di daerah, justru menanggapi positif bahwa diberi obat kalau disuntik, itu yang melekat di pikiran masyarakat,” katanya. Pemkab Luwu Utara untuk sementara harus menghentikan proses vaksinasi kepada lansia, imam masjid dan tokoh agama di daerah itu sambil menunggu kedatangan stok vaksin dari Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel. Bahkan orang tua Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Indah Putri Andriani tidak luput merasakan keterbatasan stok vaksin COVID-19 di daerah itu sehingga harus menunggu lama agar bisa menjalani vaksinasi. Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Luwu Utara Komang Krisna mengatakan daerahnya untuk sementara tidak melanjutkan vaksinasi lansia, imam dan pengurus masjid karena saat ini sudah kehabisan stok vaksin sejak Jumat, (16/4) 2021. Bertebarannya berita-berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya di berbagai platform media, tidak dipungkiri menjadi momok bagi tim Satgas COVID-19, khususnya di daerah dalam menyukseskan program vaksinasi. Ia mengatakan, gejala yang dialami pascapenyuntikan sifatnya ringan dan mudah diatasi, sehingga para anak diimbau untuk tidak perlu khawatir orang tuanya divaksin.

Sebab tidak sedikit masyarakat adat, kelompok disabilitas, anak-anak di panti asuhan, lansia, dan tunawisma yang tidak memiliki nomor induk kependudukan . Berbagai cerita pun turut mewarnai pelaksanaan program vaksinasi nasional Covid-19 di Tanah Air. “Terima kasih kepada UGM yang telah melaksanakan program vaksinasi dengan ribuan peserta ini sangat membantu ketercapaian cakupan vaksin nasional.

Jadi ada a hundred juta dosis vaksin yang sampai sekarang, menjadi tidak pasti jadwalnya,” kata Budi. Menurutnya, daerah perlu melakukan gerakan bersama yang jauh lebih masif dengan melibatkan stakeholder terkait agar semakin banyak lansia yang divaksinasi. “Untuk yang memiliki keluarga lansia di rumah, jangan ragu menginformasikan kepada mereka bahwa vaksinasi ini penting dan aman untuk mereka,” tambahnya. Para lansia yang menerima vaksin, imbuh Budi, diminta tidak langsung pulang setelah divaksin. Mereka harus menunggu 30 menit di tempat yang telah disediakan untuk mengantisipasi jika terjadi reaksi usai disuntik vaksin.

Mudah-mudahan program vaksinasi yang dilaksanakan ini bisa menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kekebalan tubuh sehingga terhindar dari wabah Covid-19 ini. Oleh karena itu, setelah adanya vaksinasi ini, harapannya aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal seperti sedia kala,” tandasnya. Kembali Nadia menghimbau agar masyarakat yang memiliki orang tua dan masuk dalam kategori lansia dapat segera mendaftarkan mereka ke sentra vaksinasi terdekat. Kendati terdapat laporan mengenai efek samping vaksin COVID-19 yang berdampak serius atau fatal pada lansia, jumlahnya terbilang sangat sedikit dan tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19.

Sejumlah strategi yang dilakukan dalam rangka akselerasi vaksin lansia, di antaranya membuka sentra-sentra vaksinasi di seluruh Indonesia. Upaya tersebut untuk memudahkan lansia mendapatkan vaksinasi yang dekat dengan tempat tinggalnya. Salah satu upaya untuk menjaga para lansia di masa pandemi adalah dengan memastikan mereka mendapatkan vaksinasi COVID-19. Sementara itu, dalam dua hari ini dilaporkan ada 1.660 orang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19, termasuk lansia. Salah satu lansia, Tiarni , mengaku senang dan lega sudah disuntik vaksin Covid-19.

Vaksinasi bagi Lansia

Bagi peserta yang berobat rutin untuk penyakit kronis, mohon dapat membawa surat rekomendasi vaksin dari dokter spesialis. Kapolsek Sawangan AKP M. Meltha Mubarak mengatakan program vaksinasi Merdeka dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke seventy six dengan cara yang berbeda. Dari pantauan lapangan peserta vaksinasi drive via datang dengan moda transportasi yang cukup beragam.

Pendaftaran dengan metode kedua yaitu vaksinasi massal yang dilakukan organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes ataupun Dinkes Provinsi maupun Kabupaten/Kota. “Untuk peserta yang masuk tahap dua tetapi belum terdaftar, masih bisa melakukan pendaftaran. Rosye menyebutkan, bagi lansia di Kota Bandung dapat mendaftarkan diri melalui link Bandung.kemkes.go.id. Data yang harus dilengkapi diantaranya nomor induk kependudukan , nama, jenis kelamin, memilih fasilitas kesehatan untuk tempat vaksinasi, umur, tanggal lahir, alamat, hingga nomor telepon yang dapat dihubungi. Apakah di salatiga sudah melayani vaksin untuk lansia, karena berdasarkan link yang tertera hanya untuk vaksinasi di kota semarang.

Comments are closed.