Bagaimana Cara Kerja Vaksin Sinovac Dalam Membentuk Kekebalan Tubuh Manusia?

Bagaimana Cara Kerja Vaksin Sinovac Dalam Membentuk Kekebalan Tubuh Manusia?

Juru Bicara Satgas COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan, tubuh memiliki sistem imun yang berfungsi melindungi dari serangan virus atau bakteri. Vaksin membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun ini membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Sehingga apabila di kemudian Slot Gacor hari virus atau bakteri itu masuk ke dalam tubuh maka sudah siap untuk melawan dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut. Ia juga menyatakan bahwa vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh seseorang secara spesifik atau khusus untuk dapat melawan penyakit tertentu. Vaksin berfungsi membuat badan seseorang kenal lalu menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.

Cara kerja vaksin covid

Ketika dosis pertama sudah masuk dan efek samping minimal, dosis booster dapat diberikan. Sehingga pertahanan tubuh kita akan bekerja dengan dua cara, yakni mengeliminasi dan membuat memori virus tersebut. Saat suatu masyarakat divaksinasi, semua orang terlindungi, termasuk orang-orang yang tidak dapat divaksinasi akibat kondisi kesehatan penyerta. Di sepanjang sejarah, manusia telah berhasil mengembangkan vaksin-vaksin untuk sejumlah penyakit yang mengancam nyawa, seperti meningitis, tetanus, campak, dan polio. Saat patogen menginfeksi tubuh, pertahanan tubuh kita, yang disebut sistem imun, terpicu dan patogen tersebut diserang serta dihancurkan atau diatasi.

Hasil uji klinis dari Britania Raya, Brasil, dan Afrika Selatan yang diteliti WHO menunjukkan vaksin AstraZeneca aman dan efektif dalam mencegah Covid-19 di kalangan warga berusia 18 tahun ke atas. Di India, vaksin AstraZeneca digarap oleh Serum Institute of India dengan nama Covishield. Tujuan vaksin pada dasarnya sama, yakni memicu antibodi dalam tubuh untuk mengingat dan menyerang virus. Begitu pula dengan vaksin CoronaVac, ia bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk membuat antibodi melawan virus Corona jenis baru.

Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin. Biasanya, hal tersebut dapat terjadi karena vaksin membawa agen penyakit yang sudah dilemahkan. Sistem kekebalan tubuh pun ‘belajar’ dengan membangun memori tentang penyakit. Dengan begitu, tubuh kita bisa dengan cepat mengenali suatu penyakit dan melawannya sebelum kita menderita sakit berat. Pembuatan vaksin COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kasus infeksi virus Corona yang masih terus meningkat.

Selanjutnya, vaksin akan diajukan untuk persetujuan penggunaan dan peredaran. Regulator akan mengkaji kualitas, keamanan, dan efikasi vaksin setelah mempelajari data-data uji klinik. Efikasi merupakan langkah observasi untuk mengetahui besaran daya perlindungan vaksin terhadap infeksi. Selama fase II dan III, sukarelawan dan ilmuwan yang mengadakan studi melakukan “blinding”. Mereka tidak tidak diberitahu, mana sukarelawan yang mendapatkan vaksin dan yang mendapatkan produk pembanding atau plasebo.

Vaksin Vektor; mengandung versi yang dilemahkan dari virus hidup; virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan COVID-19 – memiliki materi genetik dari virus penyebab COVID-19 yang dimasukkan di dalamnya . Begitu vektor virus berada di dalam sel tubuh kita, materi genetik memberikan instruksi kepada sel untuk membuat protein yang unik untuk virus yang menyebabkan COVID-19. Dengan menggunakan instruksi ini, sel kita membuat salinan dari protein tersebut.

Tak usah khawatir untuk mendapatkan vaksin yang kedua meski pernah mengalami efek ini pada vaksinasi yang pertama. Hal ini karena Centers for Disease Control and Prevention tetap menganjurkan seseorang untuk vaksin dua kali. Sedangkan untuk mengatasi efek nyeri di sekitar kulit yang ruam, dapat menggunakan obat. Obat-obatan yang dimaksud yaitu Acetaminophen atau Antiinflamasi Non-Steroid . Namun jika setelah dilakukan penanganan ini masih timbul ruam, nyeri dan di tubuh bagian lain, segera konsultasikan ke dokter.

Menurut Kang Emil, vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas akan berlangsung di sejumlah tempat. Selain puskesmas, vaksinasi akan dilakukan di sekolah, pesantren, atau menggunakan mobil vaksinasi COVID-19. Dirga menuturkan bahwa pihaknya memang mendengar dan mendapat laporan terkait beberapa kandidat vaksin Covid-19, yang menunjukkan efektifitas yang cukup baik. Dirga menegaskan, sebelum suatu vaksin dapat digunakan luas oleh masyarakat, vaksin itu sudah harus mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan . Tidak ada kontak dengan orang yang sedang dalam pemeriksaan atau terkonfirmasi atau sedang dalam perawatan karena COVID-19 selama kurun 14 hari terakhir.

Namun dengan latihan reaksi imun, waktu yang dibutuhkan menjadi singkat atau bisa juga dilakukan terapi seperti memblok badai sitokin yang terjadi dalam jumlah yang berlebihan. Dengan mengetahui reaksi imun akibat infeksi virus Sars-CoV2, terdapat dua hal yang dapat dilakukan, yaitu melakukan latihan respons imun dan vaksin. Karena itulah, dr. Arina berpendapat, semua vaksin harus benar-benar melewati tahap pengujian dan hasil penelitiannya harus nyata, tidak ada yang ditutup-tutupi. “Sehingga, merasa bahwa kalau sudah divaksin lantas tidak akan kena, lantas tidak perlu pakai masker,” tambahnya. Ia kemudian membeberkan bagaimana cara kerja vaksin dalam menangkal virus Corona. “Menurut gue, selain bagiin vaksin ya, kalau bisa bagiin juga edukasinya,” ungkap Ernest mengawali unggahan videonya di Instagram.

Setiap patogen terdiri dari beberapa subbagian, biasanya unik untuk patogen spesifik tertentu dan penyakit tertentu yang ditimbulkannya. Subbagian patogen yang menyebabkan pembentukan antibodi disebut antigen. Kulit, lendir, dan silia (rambut mikroskopis yang memindahkan kotoran dari paru-paru) semuanya bekerja sebagai penghalang fisik untuk mencegah patogen memasuki tubuh. Ketika patogen menginfeksi tubuh kita, maka pertahanan tubuh kita yang disebut sistem kekebalan, akan dipicu dan patogen tersebut diserang untuk dihancurkan atau diatasi. Sel B, sel kekebalan lainnya juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif.

Comments are closed.